Tentu saja kita sering mendengar bahwa didalam agama Islam, kita dihimbau untuk selalu berbuat baik. Salah satu contoh perbuatan baik yaitu dalam hal tolong menolong. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai keajaiban setelah menyantuni anak yatim dan telah merubah hidup seseorang menjadi lebih baik .Panggil saja beliau Pak Burhan (nama samaran). Pak Burhan ialah seorang sopir travel wisata yang berasal dari daerah Nganjuk Jawa Timur. Penulis mengenalnya ketika dalam perjalanan wisata dan percakapan itupun berlangsung selama perjalanan. Awal percakapan dimulai ketika Pak Burhan curhat mengenai rasa prihtinnya terhadap kehidupan para guide atau pemandu wisata yang sering menabrak larangan-larangan dari Sang Maha Kuasa. Beliau pun sering mendapati banyak dari mereka yang masih 'doyan ngombe' suka minum minuman keras. Ya memang semuanya jika dilihat mengenakan jilbab, cantik dan terkesan sholihah, namun dibalik itu ternyata kebiasaan beberapa dari mereka sungguh mencengangkan. Dari situ saya pun bertanya tentang kehidupan Pak Burhan sendiri, dan akhirnya saya tahu bahwa beliau adalah seorang 'modin' didesanya. Selama perjalan beliau pun menceritakan tentang perubahan yang ada dalam kehidupannya, terutama keluarga. Seperti ini percakapannya.
PB: "Saya itu dulu pas mau nikah sama istri saya ndak direstui sama keluarga kami lho mbak. Tapi akhirnya ya orang tua luluh juga melihat perjuangan kmi hehe. "
S: "Owalah lha kenapa pak? "
PB: "Saya itu dulu orang gak punya mbak, sementara istri saya itu termasuk dari keluarga orang berada. Ya ndak tau juga ya namanya orang tua kan punya selera mantu idaman masing-masing,orang tua saya juga ndak suka sama istri saya dulu, gak tau kenapa wkwk. "
S: "Betul itu pak heuheu :'("
PB: "Jadi gini mbak, selama kita menikah itu banyak sekali perubahan yang terlihat, bisa jadi itu disebabkan karena menyantuni anak yatim. Dari dulu saya kan memang orangnya suka mentraktir temen ya mbak, ya bisa dibilang suka berbagi lah. Sampai suatu ketika saya dimarahin sama kyai saya mbak. Ya saya kan juga punya guru mursyid tuh mbak. Saya itu dimarahin gara gara kebaikan saya itu kurang pas. Maksudnya alangkah lebih baiknya jika saya tidak melupakan mereka yang telah kehilangan orang tuanya terutama anak yatim. Ya dari situlah mbak, saya dan istri mulai berkomitmen untuk menyantuni anak yatim meski awalnya sedikit dulu karena memang kondisi ekonomi kita diawal menikah masih dibilang rendah hehe. Tapi ya disyukuri."
S: " Oh gitu ya pak? Terus bagaimana pak selanjutnya? "
PB:"Saya mulai merasakan perubahannya ketika itu saya iseng daftar cpns guru mbak, awalnya memang gagal mbak alias ndak lulus, namun entah bejo atau bagaimana ujian diulang kembali digelombng kedua karena ada kesalahan dari pihak penyelenggara. Yaudah mbak aslinya tuh yang awal ndak lolos seleksi gak boleh ikut lagi. Tapi kok ya nama saya ada didaftar. Ya saya ga bilng mbak, saya tinggal ikut tes aja gitu. Padahal temen-temen saya yang kemaren gak lolos digelombang pertama gabisa ikut lagi. Ya pikiran saya sih ga kemana-mana mbak tinggal jalani tes gitu ae wes. Rezeki udah diatur sama yang diatas. Eh lha kok akhirnya saya diterima mbak. Ya saya seneng banget mbak hehe. "
S:"Keren pak, lha ini kok bapak sambil jadi sopir segala kenapa toh pak wkwk? "
PB:"Kalau itu ya kebutuhan juga mbak, saya itu sekarang punya mobil direntalin kok mbak, mobil yang kita pakai ini juga mobil saya, ya sekalian saya sopirin aja mbak mumpung disekolah juga libur jadi gak ngajar.
S: "Owalah nggih pak.. "
PB: "Untungnya mbak istri saya itu nggak pernah komen kalau misal uang hasil kerja itu disisihkan untuk menyantuni anak yatim, sekarang tanpa saya suruh pun dia sudah menyisihkan uangnya untuk sedekah, selain anak yatim ya untuk mentraktir temen temen kerja saya mbak biasanya. Makanya mumpung sampean masih muda, nanti diingat ya, pokoknya jangan eman eman buat sedekahin hartanya, terutama untuk anak yatim mbak. Barokahnya luar biasa pokoknya. Saya sendiri sudah membuktikannya. Betul kata kyai saya mbak. Saya dulu disentil gara gara dermawan tapi kurang tepat sasaran hehe. "
Nah sahabat bid'ah idol, dari cerita diatas mengajarkan kita betapa Allah itu Maha Adil lagi Maha Penyayang. Barang siapa yang berbuat baik dan ikhlas pasti akan mendapatkan balasannya dari Allah. Bukti bahwa Allah selalu menyayangi hamba Nya dan Kanjeng nabi pun suka loh pada umatnya yang mencintai anak yatim. Semoga bermanfaat.
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : اَنَا وَكَافِلُ اْليَتِيْمِ فِي الْجَنَّةِ كَهَاتَيْنِ (رواه البخاري
Artinya: “Aku (Muhammad SAW) dan pengasuh anak yatim kelak disurga seperti dua jari ini (Rasulullah SAW menunjuk jari telunjuk danjari tengah dan merapatkan keduanya)”. (HR Bukhari)
bidahidol.blogspot.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar