Rabu, 12 September 2018

Keenakan Makan Kulit Ayam : Hati-Hati Nanti Gagal Paham Kaya Teroris Gaes!

Anisa V. Ala’yun- Umat Islam merupakan tonggak pejuang agama Islam rahmatan lil 'alamin. Pengikut dari Nabi Muhammad SAW, manusia paling mulia yang pernah berpijak di muka bumi ini. Islam mengajarkan umatnya untuk menyembah hanya kepada Allah SWT dan tiada yang berhak disembah selain-Nya. Seperti isi kandungan dari surat Al-Ikhlas yang gamblang menerangkan keesaan Allah. Bumi yang telah menua pun menjadi saksi perkembangan Islam dari zaman ke zaman. Begitu berat tugas Rasulullah di tengah-tengah kejahiliyahan penduduk Mekkah kala itu. Namun, Islam adalah agama yang dirahmati Allah. Rasulullah pun melaksanakan perintah-Nya untuk memberikan pencerahan. Masa ke masa, penduduk Mekkah pun dapat menerima ajaran Islam bahkan hingga ke penjuru dunia, termasuk Indonesia. Islam memang mengajarkan kebaikan untuk urusan duniawi dan akhirat. Tapi ironi, akhir-akhir ini eksistensi Islam tercoreng dengan maraknya terorisme yang terjadi di beberapa negara. Entah apa sebab dari semua ini, namun selalu saja pelakunya adalah mereka yang mengaku ber-Islam namun cara yang digunakan sungguh memprihatinkan. Bahkan ironinya hingga timbul fobia Islam pada sebagian penduduk di bumi ini. Hmm kenapa ya gaes? Mari kita cermati, mulai dari terorisme yang notabene mengaku ber-Islam. Banyak dari mereka memilih jalan tersebut karena dianggap sebagai jihad fisabilillah atau jihad di jalan Allah. Menggunakan kekerasan terhadap orang-orang yang dianggap kafir, bahkan tak segan-segan melakukan aksi bunuh diri. Walaupun ada alasan lain, seperti faktor ekonomi dan sosial yang memaksa mereka bergabung dalam kelompok-kelompok tersebut. Dalam buku karangan Ahmad Norma Permata yang berjudul Agama dan Teroris, “Teroris adalah penggunaan kekerasan secara sistematis oleh para pelaku yang memiliki sebuah keterkaitan identitas subkultural, baik subjektif maupun objektif”. Jadi mereka mencoba untuk memecahkan perselisihan antara diri mereka sendiri dan kultur yang lebih besar atau antar kultur mereka dan berabagai subkultur yang lain. Mereka berusaha untuk mengintimidasi dan menakut-nakuti dengan cara yang keras dan tak manusiawi. Hal inilah yang membuat dunia membenci kita sebagai umat Islam. Cara yang tak dapat diterima oleh dunia, hingga timbullah fobia terhadap Islam. Dalam buku ”Etika dan Estetika Dakwah” karangan Dr. Hajir Tajiri, M.Ag. memberikan pemikiran di antaranya tentang etika dan estetika dakwah, bagaimana seharusnya dai sebagai ujung tombak keberhasilan dakwah melaksanakan tugas dakwahnya sehingga masyarakat dengan tulus ikhlas mau dan mampu menerima dakwah serta bagaimana dai menentukan pilihan metode dalam berdakwah sebab dalam etika bukan hanya cara, tetapi pertimbangan apa yang mendasari penggunaan cara itu sehingga pemilihan suatu metode dirasakan sebagai suatu pilihan yang penting untuk dikonsepkan. Sebagai seorang muslim, marilah kita merenungi hal-hal seperti ini. Adakah yang salah dari kita? Padahal kita tahu Islam adalah agama damai dan benar. Namun, bagaimana caranya agar dunia percaya akan hal itu? Sementara terorisme semakin merajalela di mana-mana. Terlepas dari bahasan mengenai terorisme, marilah kita membahas tentang kiat-kiat apa saja yang harusnya muslim lakukan untuk membuat Islam berjaya di muka bumi ini. Sebagai seorang muslim, kita harus paham betul dengan ilmu agama yang kita miliki. Jangan hanya mengaku beragama untuk kelengkapan identitas namun tak banyak tahu ajaran-ajarannya. Bagaimana Islam mau dibuat jaya sedangkan agamanya sendiri saja dia tak paham. Jadi yang pertama adalah kita sebagai orang muslim harus semangat belajar ilmu agama. Namun ingat, belajar agama jangan pakai cara ngawur-ngawuran. Belajarlah pada orang yang tapat,carilah yang memiliki sanad keilmuan yang jelas dan terpercaya alias yang sesuai dengan ahlussunnah waljama’ah. Semua itu dilakukan agar tak terjerumus dengan kata “hijrah” namun imbasnya malah membuat isi hati semakin parah, misalnya saja mudah megkafirkan orang lain, mudah menakar keimanan seseorang hanya dalam satu sisi,dan lain sebagainya. Ya, penulis rasa pembaca sudah familiar dengan fenomena seperti itu. Perbaikilah hubungan dengan Allah SWT, yang telah menciptakan kita sebagai khalifah di bumi. Tugas kita memang untuk menyembah-Nya. Seperti dalam surat Adz-Dzariyaat ayat 56 "Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan untuk menyembah-Ku". Namun ternyata bukan hanya hubungan dengan Allah saja yang perlu kita perbaiki. Ada hubungan dengan sesama manusia yang perlu kita perbaiki. Maksudnya bagaimana? Begini, intinya kita menjadi orang yang solih hanya di mata Allah, seperti rajin menjalankan kewajiban-kewajibannya dan tunduk dalam sujud namun tidak peduli dengan lingkungan sekitar kita. Bagaimana ingin membuat Islam jaya bila tak ada kontribusi untuk mendakwahkannya di masyarakat. Dengan melihat kesalehan kita saja tidak cukup tanpa pemahaman dari kita. Itulah mengapa kita diciptakan dan dijadikan khalifah dibumi ini. Lewat jalan dakwah seperti yang dicontohkan Rasulullah , juga dakwah yang dicontohkan oleh para walisongo misalnya. Dimana mereka berdakwah menggunakan cara yang damai dan berusaha menggunakan pendekatan kultur budaya agar mudah diterima oleh berbagai kalangan. Tanpa ada unsur memaksa hingga menakuti sesama. Subhanallah, indah ya? Lantas mengapa dakwah itu perlu? Mengingat isi kandungan dari surat Al-Asr. Orang-orang yang tidak rugi adalah mereka yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan menetapi kesabaran. Memang, Allah telah memerintahkan kita untuk berdakwah. Lalu dakwah bagaimanakah yang sebaiknya kita lakukan? Apakah dakwah dengan kekerasan seperti yang dilakukan para teroris itu benar? Bukan, sungguh bukan seperti itu. Islam adalah agama yang damai. Rasulullah pun tidak menyuruh kita melakukan dakwah dengan kekerasan. Apabila kita melakukannya, maka semua umat Islam akan di cap kolot dan keras. Bukannya bersimpati dan tertarik tapi malah takut untuk mengenal agama Islam. Kita sebagai generasi penerus, marilah ubah pandangan dunia tentang kita. Bahwa Islam adalah agama yang damai dan benar. Pahamilah makna dari “Islam Ramah bukan Islam Marah” seperti yang pernah disampaikan oleh sosok Almaghfurlah KH Abdurrahman Wahid atau Gusdur. Tinggalkanlah cara-cara tak bermutu seperti terorisme dan sejenisnya. Itu hanya memperparah keadaan. Lakukanlah dengan cara yang elegan, natural, lembut, dan santun. Itulah mengapa kita sebagai umat Islam tidak cukup belajar agama saja. Untuk mendukung aksi dakwah kita, marilah kita kuasai ilmu-ilmu lainnya, seperti iptek, ekonomi, sosial, sains, bahasa, politik hingga budaya. Mengapa ilmu itu penting? Karena dakwah tanpa ilmu itu kosong. Dakwah hanya sekedar tahu itu nol. Karena ilmu itu bagai senjata bagi manusia. Melawan kesesatan dan kebodohan di muka bumi ini. Dengan ilmu, dunia akan terbuka dengan dakwah kita, dengan ilmu juga dunia akan percaya dengan apa yang kita sampaikan. Intinya, penulis mengajak, mari kita semua termasuk saya sendiri agar menghindari belajar agama secara tekstuil saja wkwkwk. Jangan hanya menjadi penikmat kulit ayam yang kelihatannya memang enak namun.... eh lupa penulis kan bukan dokter. Ya tanyakan saja pada dokter supaya lebih valid ya gaes..... I love Islam Nusantara. Salam aswaja!

Kamis, 06 September 2018

Disentil Kyai Karena Dermawan Kurang Tepat Sasaran

Tentu saja kita sering mendengar bahwa didalam agama Islam, kita dihimbau untuk selalu berbuat baik. Salah satu contoh perbuatan baik yaitu dalam hal tolong menolong. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai keajaiban setelah menyantuni anak yatim dan telah merubah hidup seseorang menjadi lebih baik .Panggil saja beliau Pak Burhan (nama samaran). Pak Burhan ialah seorang sopir travel wisata yang berasal dari daerah Nganjuk Jawa Timur. Penulis mengenalnya ketika dalam perjalanan wisata dan percakapan itupun berlangsung selama perjalanan. Awal percakapan dimulai ketika Pak Burhan curhat mengenai rasa prihtinnya terhadap kehidupan para guide atau pemandu wisata yang sering menabrak larangan-larangan  dari Sang Maha Kuasa. Beliau pun sering mendapati banyak dari mereka yang masih 'doyan ngombe' suka minum minuman keras. Ya memang semuanya jika dilihat mengenakan jilbab, cantik dan terkesan sholihah, namun dibalik itu ternyata kebiasaan beberapa dari mereka sungguh mencengangkan. Dari situ saya pun bertanya tentang kehidupan Pak Burhan sendiri, dan akhirnya saya tahu bahwa beliau adalah seorang 'modin' didesanya. Selama perjalan beliau pun menceritakan tentang perubahan yang ada dalam kehidupannya, terutama keluarga. Seperti ini percakapannya.
PB: "Saya itu dulu pas mau nikah sama istri saya ndak direstui sama keluarga kami lho mbak. Tapi akhirnya ya orang tua luluh juga melihat perjuangan kmi hehe. "
S: "Owalah lha kenapa pak? "
PB: "Saya itu dulu orang gak punya mbak, sementara istri saya itu termasuk dari keluarga orang berada. Ya ndak tau juga ya namanya orang tua kan punya selera mantu idaman masing-masing,orang tua saya juga ndak suka sama istri saya dulu, gak tau kenapa wkwk. "
S: "Betul itu pak heuheu :'("
PB: "Jadi gini mbak, selama kita menikah itu banyak sekali perubahan yang terlihat, bisa jadi itu disebabkan karena menyantuni anak yatim. Dari dulu saya kan memang orangnya suka mentraktir temen ya mbak, ya bisa dibilang suka berbagi lah. Sampai suatu ketika saya dimarahin sama kyai saya mbak. Ya saya kan juga punya guru mursyid tuh mbak. Saya itu dimarahin gara gara kebaikan saya itu kurang pas. Maksudnya alangkah lebih baiknya jika saya tidak melupakan mereka yang telah kehilangan orang tuanya terutama anak yatim. Ya dari situlah mbak, saya dan istri mulai berkomitmen untuk menyantuni anak yatim meski awalnya sedikit dulu karena memang kondisi ekonomi kita diawal menikah masih dibilang rendah hehe. Tapi ya disyukuri."
S: " Oh gitu ya pak? Terus bagaimana pak selanjutnya? "
PB:"Saya mulai merasakan perubahannya ketika itu saya iseng daftar cpns guru mbak, awalnya memang gagal mbak alias ndak lulus, namun entah bejo atau bagaimana ujian diulang kembali digelombng kedua karena ada kesalahan dari pihak penyelenggara. Yaudah mbak aslinya tuh yang awal ndak lolos seleksi gak boleh ikut lagi. Tapi kok ya nama saya ada didaftar. Ya saya ga bilng mbak, saya tinggal ikut tes aja gitu. Padahal temen-temen saya yang kemaren gak lolos digelombang pertama gabisa ikut lagi. Ya pikiran saya sih ga kemana-mana mbak tinggal jalani tes gitu ae wes. Rezeki udah diatur sama yang diatas. Eh lha kok akhirnya saya diterima mbak. Ya saya seneng banget mbak hehe. "
S:"Keren pak, lha ini kok bapak sambil jadi sopir segala kenapa toh pak wkwk? "
PB:"Kalau itu ya kebutuhan juga mbak, saya itu sekarang punya mobil direntalin kok mbak, mobil yang kita pakai ini juga mobil saya, ya sekalian saya sopirin aja mbak mumpung disekolah juga libur jadi gak ngajar.
S: "Owalah nggih pak.. "
PB: "Untungnya mbak istri saya itu nggak pernah komen kalau misal uang hasil kerja itu disisihkan untuk menyantuni anak yatim, sekarang tanpa saya suruh pun dia sudah menyisihkan uangnya untuk sedekah, selain anak yatim ya untuk mentraktir temen temen kerja saya mbak biasanya. Makanya mumpung sampean masih muda, nanti diingat ya, pokoknya jangan eman eman buat sedekahin hartanya, terutama untuk anak yatim mbak. Barokahnya luar biasa pokoknya. Saya sendiri sudah membuktikannya. Betul kata kyai saya mbak. Saya dulu disentil gara gara dermawan tapi kurang tepat sasaran hehe. "

Nah sahabat bid'ah idol, dari cerita diatas mengajarkan kita betapa Allah itu Maha Adil lagi Maha Penyayang. Barang siapa yang berbuat baik dan ikhlas pasti akan mendapatkan balasannya dari Allah. Bukti bahwa Allah selalu menyayangi hamba Nya dan Kanjeng nabi pun suka loh pada umatnya yang mencintai anak yatim. Semoga bermanfaat.


قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : اَنَا وَكَافِلُ اْليَتِيْمِ فِي الْجَنَّةِ كَهَاتَيْنِ (رواه البخاري

Artinya: “Aku (Muhammad SAW) dan pengasuh anak yatim kelak disurga seperti dua jari ini (Rasulullah SAW menunjuk jari telunjuk danjari tengah dan merapatkan keduanya)”. (HR Bukhari)
bidahidol.blogspot.com

Keenakan Makan Kulit Ayam : Hati-Hati Nanti Gagal Paham Kaya Teroris Gaes!

Anisa V. Ala’yun- Umat Islam merupakan tonggak pejuang agama Islam rahmatan lil 'alamin. Pengikut dari Nabi Muhammad SAW, manusia p...